Journey to Success

lakukan dengan cinta maka semuanya akan indah

taklukkan rasa takut kita

jangan tergoda keindahan semu

perjalanan 1000 mil dimulai dengan 1 langkah kecil

berdamailah dengan nasib

Kamis, 19 Januari 2012

Bob Sadino Membangun Kerajaan Bisnisnya



Bob Sadino adalah salah satu sosok entrepreneur sukses yang memulai usahanya benar-benar dari bawah dan bukan berasal dari keluarga wirausaha. Bob yang kerap kita jumpai dengan celana pendeknya berwirausaha karena "kepepet", selepas SMA tahun 1953, ia bekerja di Unilever kemudian masuk ke Fakultas Hukum UI karena terbawa oleh teman-temannya selama beberapa bulan. Kemudian dia bekerja pada McLain and Watson Coy, sejak 1958 selama 9 tahun berkelana di Amsterdam dan Hamburg.
Setelah menikah, Bob dan istri memutuskan menetap di Indonesia dan memulai tahap ketidaknyamanan untuk hidup miskin, padahal waktu itu istrinya bergaji besar. Hal ini karena ia berprinsip bahwa dalam keluarga, laki-laki adalah pemimpin, dan ia pun bertekad untuk tidak jadi pegawai dan berada di bawah perintah orang sejak saat itu ia pun bekerja apa saja mulai dari sopir taksi hingga mobilnya tertubruk dan hancur , kemudian kuli bangunan dengan upah Rp 100 per hari.
Suatu hari seorang temannya mengajaknya untuk memelihara ayam untuk mengatasi depresi yang dialaminya,dari memelihara ayam tsb ia terinspirasi bahwa kalau ayam saja bisa memperjuangkan hidup, bisa mencapai target berat badan, dan bertelur,tentunya manusia pun juga bisa, sejak saat itulah ia mulai berwirausaha.
Pada awalnya sebagai peternak ayam, Bob menjual telor beberapa kilogram per hari bersama istrinya. Dalam satu setengah tahun, dia sudah banyak relasi karena menjaga kualitas dagangan,dengan kemampuannya berbahasa asing, ia berhasil mendapatkan pelanggan orang-orang asing yang banyak tinggal di kawasan Kemang, tempat tinggal Bob ketika itu.Selama menjual tidak jarang dia dan istrinya dimaki-maki oleh pelanggan bahkan oleh seorang babu.
Namun Bob segera sadar kalo dia adalah pemberi service dan berkewajiban memberi pelayanan yang baik, sejak saat itulah dia mengalami titik balik dalam sikap hidupnya dari seorang feodal menjadi servant, yang ia anggap sebagai modal kekuatan yang luar biasa yang pernah ia miliki.
Usaha Bob pun berkembang menjadi supermarket, kemudian dia pun juga menjual garam,merica, sehingga menjadi makanan.Om Bob pun akhirnya merambah ke agribisnis khususnya holtikultura, mengelola kebun-kebun yang banyak berisi sayur mayur konsumsi orang-orang Jepang dan Eropa dia juga menjalin kerjasama dengan para petani di beberapa daerah untuk memenuhi.
Bob percaya bahwa setiap langkah sukses selalu diimbangi kegagalan, perjalanan wirausaha tidak semulus yang dikira orang, dia sering berjumpalitan dan jungkir balik dalam usahanya. Baginya uang adalah nomer sekian, yang penting adalah kemauan, komitmen tinggi, dan selalu bisa menemukan dan berani mengambil peluang.
Bob berkesimpulan bahwa saat melaksanakan sesuatu pikiran kita berkembang, rencana tidak harus selalu baku dan kaku, apa yang ada pada diri kita adalah pengembangan dari apa yang telah kita lakukan. Dunia ini terlampau indah untuk dirusak, hanya untuk kekecewaan karena seseorang tidak ,mencapai sesuatu yang sudah direncanakan.Kelemahan banyak orang adalah terlalu banyak mikir membuat rencana sehingga ia tidak segera melangkah, yang penting adalah action. Keberhasilan Bob tidak terlepas dari ketidaktahuannya sehingga ia langsung terjun ke lapangan, setelah mengalami jatuh bangun, akhirnya Bob trampil dan menguasai bidangnya. Proses keberhasilan Bob berbeda dengan kelaziman yang selalu dimulai dari ilmu dulu, baru praktek lalu menjadi terampil dan professional.
Menurut pengamatan Bob, banyak orang yang memulai dari ilmu berpikir dan bertindak serba canggih, bersikap arogan, karena merasa memiliki ilmu yang melebihi orang lain.
Om Bob selalu luwes terhadap pelanggan dan mau mendengarkan saran dan keluhan pelanggan, sehingga dengan sikapnya tersebut Bob meraih simpati pelanggan dan mampu menciptakan pasar. Menurut Bob, kepuasan pelangan akan membawa kepuasan pribadinya untuk itu ia selalu berusaha melayani klien sebaik-baiknya.
Bob menganggap bahwa perusahaannya adalah keluarga, semua anggota keluarga Kem harus saling menghargai, tidak ada yang utama,semuanya punya fungsi dan kekuatan sendiri-sendiri.


ABDULLAH GYMNASTIAR (AA GYM) SUKSES BISNIS DENGAN AKHLAK




“Kalau kita mau sukses, kunci pertama adalah jujur, dengan bermodalkan kejujuran, orang akan percaya kepada kita. Kedua, professional. Kita harus cakap sehingga siapapun yang memerlukan kita merasa puas dengan yang kita kerjakan. Ketika, inovatif, artinya kita harus mampu menciptakan sesuatu yang baru, jangan hanya menjiplak atau meniru yang sudah ada.”
K.H. Abdullah Gymnastiar

Sosok kyai muda ini sering kali muncul di acara televisi secara langsung yang selalu dihadiri oleh ribuan massa menjadi ciri khas dan fenomena tersendiri. Beliau adalah K.H. Abdullah Gymnastiar atau biasa dipanggil Aa Gym, pimpinan pesantren Daarut Tauhid Bandung. Aa Gym memulai pendidikan formal awal di SD Damar sebuah SD swasta yang kini sudah dibubarkan. Sekolah ini cukup jauh dari rumahnya, sekitar tiga kilometer. Masa itu, pilihan satu-satunya ke sekolah adalah berjalan kaki. Menjelang naik ke kelas 3 SD, pindah ke KPAD Gegerkalong. Aa Gym pun pindah sekolah ke SD Sukarasa 3. Bakat saya mulai berkembang dan nilai prestasi sekolah pun cukup bagus. Terbukti ketika tamat, beliau terpilih menjadi ranking terbaik II di sekolah dengan selisih satu nilai saja dibandingkan ranking I. Di bidang seni, bakat beliau juga berkembang, seperti menggambar dan menyanyi. Sejak itu pula Aa Gym sering ditunjuk menjadi ketua kelas dan aktif dalam gerakan Pramuka. Jiwa dagang Aa Gym sudah terbentuk sejak TK, terbawa-bawa hingga di Sekolah Dasar. Misalnya, beliau pernah menjual petasan yang memang pada waktu itu belum dilarang seperti sekarang. Alhasil, beliau pernah mendapat teguran dan pengurus DKM masjid. Namun, pada waktu itu beliau belum begitu mengerti ilmu agama dengan baik. Setelah lulus SMA dan memasuki kuliah Aa Gym tidak lulus tes Sipenmaru. Aa Gym mencoba daftar ke Pendidikan Ahli Administrasi Perusahaan (PAAP) Universitas Padjadjaran, yaitu sebuah program D3 di Fakultas Ekonomi. Alhamdulillah beliau diterima. Namun, kuliah di sini hanya bertahan selama tahun. Beliau lebih sibuk berbisnis daripada mengikuti kuliah. Teman-teman kuliah pun lebih mengenal beliau sebagai “tukang dagang”. Selepas PAAP, beliau masuk ke Akademi Tekhnik Jenderal Abmad Yani (ATA, sekarang Unjani). Kampusnya waktu itu sangat sederhana karena menumpang di SD Widyawan atau kadang di PUSDIKJAS. Maklum, karena pemiliknya adalah Yayasan Kartika Eka Paksi milik Angkatan Darat. Selama kuliah di ATA, beliau mengontrak sebuah kamar di pinggir sawah karena benar-benar ingin melatih hidup mandiri. Soal prestasi, banyak yang telah diraih. Beliau mengikuti lomba menggambar, mencipta lagu, baca puisi, sampai lomba pidato. Allhamdulillah, beliau selalu meraih juara, walaupun yang mengadakannya adalah senat mahasiswa dan kebetulan beliau sendirilah ketuanya. Selain menjadi ketua senat, beliau juga menjadi komandan resimen mahasiswa (Mlenwa) di ATA, maklumlah saingan di kala itu sedikit. Kegiatan berbisnis masa kuliah juga semakin menggebu. Beliau pernah membuat usaha keset dan perca kain. Beliau juga jadi penjual baterai dan film kamera kalau ada acara wisuda. Aa Gym juga sempat menjadi supir angkot jurusan Cibeber-Cimahi sekedar menambah pemasukan. Inti dari semua ini, memang Aa Gym sangat senang untuk membiayai kebutuhan sendiri tanpa menjadi beban siapa pun. Selain itu, beliau juga melatih diri untuk tidak dibelenggu oleh gengsi dan atribut pengekang lainnya. Aa Gym telah menyelesaikan program sarjana muda di ATA walaupun belum mengikuti ujian negara. Berarti, beliau memang tak berhak menyandang gelar apa pun. Bahkan, sampai saat ini ijazahnya pun belum beliau ambil dari kampus. Memang sesudah itu ada upaya untuk melanjutkan kuliah sampai S1, terutama karena dorongan teman-teman dan beberapa dosen yang baik hati. Beberapa kegiatan perkuliahan pun diikuti. Akan tetapi, setelah menelusuri hati, ternyata hanya sekedar untuk mencari status belaka, dan hal itu tak cukup kuat untuk memotivasi menyelesaikan kuliah. Mungkin hikmahnya untuk memotivasi orang yang belum dan tak punya gelar agar tetap optimis untuk maju dan sukses.
   Untuk menyempurnakan ibadah dan melaksanakan sunnah, Aa Gym pun menikah. Tepat dua belas Rabiul Awal tahun 1987 adalah salah satu titik sejarah bagi kehidupan beliau dengan diucapkannya ijab kabul. Gadis yang menjadi pilihan beliau adalah Ninih Muthmainnah. Pernikahan yang dilaksanakan di Pesantren Kalangsari, Cijulang,ini dihadiri oleh banyak ulama karena memang berada di lingkungan pesantren. Beliau menikah dengan resepsi ala kadarnya. Bahkan, untuk menghemat jamuan bagi tamu, digunakan niru (nampan) sehingga satu niru bisa menjamu 8 orang sesudah menikah, kami tinggal di rumah orang tua di Kompleks Perumahan Angkatan Darat (KPAD) Gegerkalong, Bandung. Aa Gym bertekad untuk memberi nafkah kepada keluarga dengan uang yang jelas kehalalannya. Jelas tak mungkin rumah tangga akan berkah dan bahagia jika ada makanan atau harta haram yang dimiliki. Untuk itu, beliau mulai merintis usaha kecil-kecilan. Usaha-usaha yang beliau rintis antara lain :
       1. Buku. Setiap pagi beliau berjualan buku di Masjid al-Furqon, IMP Bandung. Sambil belajar tafsir dan ilmu hadits di sana, beliau memikul kardus berisi buku-buku agama untuk dijual. Jadi, sambil menuntut ilmu juga mencari rezeki. Alhamdulillah, usaha kecil inilah yang menjadi cikal bakal toko buku dan sekarang berkembang menjadi supermarket yang saat ini sudah dikelola dan diserahkan kepada Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) Daarut Tauhid.
       2. Handicraft. Sambil mengajar di madrasah KPAD, beliau membuat hasil kerajinan bersama anak-anak pada sore harinya. Usaha ini terus berkembang hingga bisa membeli mesin gergaji. Sejak itu kami banyak menerima order plang nama serta order sablonan. Dari usaha sederhana inilah kemudian berkembang menjadi usaha percetakan dan penerbitan buku. Subhanallah, benar-benar semuanya dimulai dari hal yang kecil.
       3. Konveksi. Mengingat istri beliau punya keterampilan menjahit, maka untuk menambah penghasilan keluarga, beliau menabung agar bisa membeli mesin jahit bekas. Alhamdulillah, order jahitan berkembang dan bisa mengajak beberapa muslimah untuk ikut bergabung. Kadang seminggu sekali kami berbelanja untuk membeli kain yang dijual kiloan.. Dari kegiatan dan perjuangan inilah cikal bakal lahirnya usaha konveksi.
       4. Mie Baso. Menjual mie baso, inilah pekerjaan yang paling mengesankan. Beliau mengelola usaha warung baso kecil-kedilan di Perumnas Sarijadi, bekerja sama dengan pamannya selaku pemilik rumah. Setiap pukul empat subuh beliau sudah pergi ke Pasar Sederhana untuk mencari tulang karena kuah yang enak harus dicampur dengan sumsum tulang. Aktivitas berikutnya dilanjutkan dengan menggiling daging untuk bahan baso, dan pukul sembilan pagi beliau baru bisa melayani pembeli. Karena beliau tak mau ketinggalan shalat berjamaah, setiap kali adzan, warung baso beliau tinggalkan. Beliau pergi shalat berjamaah di sebuah masjid yang letaknya agak jauh dari warung, sementara pembeli beliau tinggalkan dan dipersilahkan memasukkan uang bayarannya ke tempatnya. Memang tampaknya seperti mengajak pada kejujuran, tapi hasilnya pembeli banyak yang bingung justru yang sering datang adalah yang mau berkonsultasi. Akibatnya, tak jarang saya baru bisa pulang ke rumah sekitar jam sembilan malam. Lelah sekali rasanya sementara hasilnya pun tak seberapa. Rupanya masyarakat tak terbiasa dengan cara baru ini. Belum lagi badan yang selalu bau baso karena seharian bergulat dengan baso. Yang menyedih­kan, ternyata istri agak mual dan kurang suka mencium bau baso. Akhirnya, tutuplah warung baso ini dengan segudang pengalamannya.
   Menurut Aa Gym seorang wirausahawan sejati sangat dipengaruhi oleh masa kecilnya. Kalau masa kecilnya selalu dimanja, selalu dimudahkan urusan, selalu ditolong, maka bersiap-siaplah menuai anak yang tidak berdaya. Oleh karena itu, bagi yang masih muda jangan bercita-cita melamar pekerjaan, tapi berpikirlah untuk menjadi wirausahawan. Dan bagi orang tua, tanamkan kepada anak-anak kita jiwa wirausaha sejak dini. Didik anak-anak agar mandiri sejak kecil. Latih anak-anak kita untuk selalu bertanggung jawab terhadap apa yang dia lakukan. Orang tua yang memanjakan anak-anak mereka dengan memberikan segala keinginannya maka akibatnya akan kembali juga kepada orang tua. Beliau pun sempat berjualan semenjak di bangku TK dengan menjual jambu tetangga. Begitu juga ketika di bangku SD dan SMP. Dengan demikian, ketika selesai kuliah, sudah hafal bagaimana cara “bangkrut efektif”, bagaimana “tertipu optimal”, dan bagaimana usaha bisa remuk. Selesai kuliah, ijazah tidak diambil sehingga sampai sekarang saya tidak tahu ijazah saya seperti apa. Namun, dengan izin Allah tidak kurang rezeki sampai sekarang. Mencoba mengurus pesantren dengan jiwa wirausaha jadilah pesantren Daarut Tauhid seperti sekarang ini. Hal ini benar-benar membuat sebuah keyakinan bahwa jikalau jiwa kewirausahaan tertanam sejak awal pada diri kita, kita tidak akan pernah takut dengan apa pun. Karena itu, kalau saja bangsa ini dikelola oleh orang-orang yang berjiwa wirausaha, tidak ada satu pun yang perlu kita takuti dan krisis ini. Hal yang paling tak enak didengar beliau adalah kalau ada yang bertanya, “Berapa sih  tarifnva kalau manggil Aa Gym ceramah?” Duh, rasanya sedih sekali dengan pertanyaan seperti itu. Alhamdulillah, bagi beliau berdakwah adalah panggilan kewajiban atas amanah ilmu yang ada. Bisa menyampaikan ilmu saja sudah merupakan rezeki yang luar biasa. Kalaupun ada yang berterima kasih, itu karunia Allah yang tak diharapkan, mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi banyak pihak. Itulah sebabnya beliau berusaha sekuat tenaga agar memiliki penghasilan sendiri. Apalagi sesudah regenerasi di Yayasan Daarut Tauhid sehingga beliau lebih leluasa dan sungguh-sungguh untuk membangun MQ Corporation, usaha pribadi yang beliau harapkan menjadi sumber rezeki yang halal serta mencukupi untuk keluarga dan biaya dakwah, sehingga dapat menghindari fitnah dan tak menjadi beban bagi umat. Selain itu juga bisa membuktikan bahwa bisnis berbasis moral sangat memungkinkan untuk maju, bermutu, dan bermanfaat banyak. Hal ini juga menjadi laboratorium saya untuk berlatih mengelola bisnis yang profesional sebagai bahan untuk berdakwah dan tentunya juga membuat lapangan kerja yang lebih luas bagi masyarakat, khususnya para tetangga, kaum dhuafa, dan orang-orang cacat. Bagi beliau usaha yang ditekuni adalah sarana bagi teman-teman yang memiliki rezeki berlebih dan ingin usaha yang halal dan maslahat, untuk bergabung dalam sistem bagi hasil. Oleh karena itu, dan setiap keuntungan, selain disisihkan untuk zakatnya juga dikeluarkan biaya pendidikan bagi saudara kita yang dhuafa agar bisa maju bersama-sama. Alhamdulillah dengan didukung oleh tim yang berakhlak baik, konflik menjadi minimal dan kebocoran pun nyaris nihil. Bahkan, sesudah kemam­puan pengelolanya dikembangkan, kinerja perusahaan kian baik dan professional. Dulu beliau berpikir pas-pasan, yaitu pas butuh ada. Tapi kini beliau berpikir sebaliknya. Beliau ingin menjadi orang kaya yang melimpah rezekinya serta halal dan berkah. Mudah-mudahan menjadi contoh bagi orang yang mau kaya dengan tetap taat kepada Allah. Dan juga supaya orang tak memandang sebelah mata karena menganggap kita butuh terhadap kekayaan mereka. Di samping itu juga diharapkan bisa sedikitnya memberi contoh bagaimana memanfaatkan kekayaan di jalan Allah. Semoga terpelihara dari fitnah dunia karena memang luas dunia ini amat menggoda dan melalaikan.
   Kebanyakan orang selalu meributkan modal berupa finansial, padahal menurut beliau modal itu adalah: Pertama, keyakinan kepada janji dan jaminan Allah. Kedua, kegigihan meluruskan niat dan menyempurnakan ikhtiar. Ketiga, menjadi orang yang terpercaya (kredibel). Kredibel berarti sikap yang selalu jujur dan terpercaya, selalu berusaha melakukan yang terbaik dan memuaskan, serta selalu berusaha mengem­bangkan ilmu, pengalaman, wawasan, sehingga bisa tampil kreatif, inovatif dan solutif. Percayalah bahwa sebelum kita lahir, rezeki sudah lengkap disiapkan oleh Allah Yang Mahakaya. Kita hanya disuruh menjemputnya, bukan mencarinya. Yang harus diperoleh justru keberkahan dari jatah kita. Dan semua itu akan datang kalau kita bekerja di jalan yang diridhoi oleh Allah Swt. Adapun keuntungan bukan hanya berupa uang, harta, kedudukan, atau aksesoris duniawi lainnya. Bagi beliau, keuntungan itu adalah ketika bisnis yang dilakukan ada di jalan Allah, bisnis kita jadi amal shaleh yang disukai Allah, dan menjadi jalan mendekat kepada-Nya. Nama baik kita terjaga, bahkan menjadi personal guarantie. Dengan bisnis kita bertambah ilmu, pengalaman, dan wawasan, dengan bisnis bertambahnya saudara dan tersambungnya silaturahmi, dan dengan bisnis kita semakin banyak orang yang merasa beruntung.
Jadi, walaupun keuntungan finansial tak seberapa didapat atau bahkan tak mendapatkannya, apabila keuntungan seperti di atas sudah didapatkan, beliau tetap merasa sangat beruntung. Beliau yakin pada saatnya Allah akan memberikan keuntungan dunia yang sesuai dengan waktu dan jumlahnya dengan kadar kebutuhan dan kekuatan iman beliau.
Berbisnis bagi Aa Gym bukan sekedar urusan duniawi. Jika bisnis dijalankan dengan cara yang salah hanya akan melahirkan kerakusan dan ketamakkan manusia. Sebaliknya bisnis yang dijalankan dengan niat dan cara yang benar adalah ibadah yang besar sekali pahalanya, karena dengan mengokohkan harga diri bangsa. Seperti disampaikan beliau dalam sebuah kesempatan, bahwa perekonomian yang kuat akan berimbas pada tingkat kesehatan yang baik, sehingga akan meningkatkan kemampuan untuk berkarya dengan mengakses ilmu lebih banyak, hingga melahirkan sebuah bangsa yang cerdas.
Visi Aa Gym dalam membantu Pesantren Daarut Tauhid sekaligus dengan beragam kegiatan bisnisnya, tidak lepas dari konsep dasar pendidikan di pesantren ini menyatukan antara dimensi dzikir, fikir dan ikhtiar. Dimensi dzikir ini sangat menekankan pada keikhlasan dan penyerahan diri kepada Tuhan. Hal ini merupakan sisi penyeimbang hidup, dimana kita dituntut untuk senantiasa menyempatkan waktu, untuk berkontemplasi dan menjadikan setiap detik kehidupan kita bergantung kepada Tuhan. Dimensi fikir menegaskan pentingnya rasionalitas dalam setiap tindakan kesehatian kita, sehingga setiap langkah merupakan bagian dari perencanaan yang matang. Sementara dimensi ikhtiar menunjukkan pentingnya etos kerja, melalui hidup penuh kesungguhnya dan kerja keras tanpa kenal putus asa. Ketika dimensi tersebut jika dilakukan secara sinergis akan melahirkan pribadi yang unggul dan tangguh dengan tetap dilandasi oleh nilai kearifan.
Kunci kesuksesan Aa Gym dalam menjalankan roda bisnis di pesantrennya, hingga telah berkembang menjadi 24 bidang usaha dalam 12 tahun, terletak pada pembangunan kredibilitas para pengelolanya yang meliputi tiga aspek utama yaitu, nilai kejujuran, kecakapan (profesionalisme), dan inovatif. Nilai kejujuran yang diajarkan meliputi ketepatan dalam menepati janji, manajemen waktu, memiliki fakta dan data yang jelas, terbuka, kemampuan mengevaluasi, rasa tanggung jawab dan pantang putus asa.
Kecakapan dalam berbisnis ini selain diperlukan pendidikan yang penting juga adalah pelatihan nyata. Seperti ditulis oleh Syafi’i Antonio dalam artikelnya yang menceritakan tentang riwayat Rasulullah yang telah mendapat pendidikan entrepreneurship sejak usia 12 tahun, ketika bersama pamannya Abu Thalib melakukan perjalanan bisnis. Pada usia 17 tahun Beliau telah diberi tanggung jawab untuk mengurus seluruh bisnis pamannya, dan mulai merasakan persaingan dengan para pedagang yang lebih professional. Menginjak usia 25 tahun Beliau mendapatkan dukungan finansial dari konglomerat setempat Siti Khadijah yang kemudian menjadi istri Beliau.
Nilai yang ketika yang dikembangkan Daarut Tauhid yang juga dikenal dengan bengkel akhlak ini adalah inovatif. Beberapa aspek pendidikannya antara lain melatih jiwa progressive, dengan menjadikan perubahan ke arah yang lebih baik sebagai kewajiban massal, mengadakan studi banding, melakukan pelatihan-pelatihan dan senantiasa memberikan rangsangan untuk melahirkan sikap kreatif dan inovatif.
Ketiga nilai tersebut telah dilakukan secara integral di Daarut Tauhid. Bisnis bagi Aa Gym akan terasa hambar jika nilai-nilai moral dikesampingkan, hanya akan menjadi materi sebagai dewa yang dikejar dan diagung-agungkan, dan akhirnya akan melahirkan jiwa-jiwa Brutus di setiap pelaku bisnis.
Aspek-aspek modal dalam bisnis sebetulnya telah diajarkan oleh Rasul jauh 15 abad yang lalu, lewat sifat-sifat kerasulan yang dimiliki Beliau yaitu sidiq (benar), amanah (terpercaya), fathonah (cerdas) dan tabligh (komunikasi). Nilai-nilai moral ini bersifat general truth, melintasi batas waktu, agama dan budaya. Jika disinergikan dengan strategi bisnis yang tepat akan mampu membangun kepercayaan konsumen yang kuat. Kepercayaan konsumen ini merupakan aset yang tidak ternilai.
Kepemimpinan yang berkembang umum di kalangan pesantren pada umumnya masih tradisional, kyai sentries, komando tunggal, dan iklim demokrasi kurang berkembang sehingga seringkali timbul blind faith  di kalangan santri. Fungsi manajemen yang dijalankan pun kurang mendapat sentuhan bahkan cenderung diabaikan. Pola kepemimpinan Darut Tauhid tidak lagi menempatkan figur sebagai sentral. Aa Gym sebagai pemimpin pesantren hadir hanya karena nilai khusus yang dimilikinya. Meminjam istilah Max Webber, pola kepemimpinan yang lahir seperti ini karena otoritas karismatik. Kepemimpinan di Daarut Tauhid telah menerapkan system pendelegasian kerja, sebagai pengalihan wewenang formal manajer kepada bawahannya. Pemimpin diajarkan untuk memiliki sikap rendah hati dan mau melayani, seperti pernah dikemukakan oleh A.M. Mangunhardjana SJ. Bahwa pada intinya pemimpin adalah tugas pengabdian mereka menjalankan the golden rule of leadership yaitu knows the way, shows the way and goes the way. Dari sisi manajemen Daarut Tauhiid telah menerapkan  system lebih dari hanya sekedar menerapkan sistem manajemen modern. Dimana sistem manajemen modern. Dimana sistem manajemen yang berkembang saat ini tidak menjadikan manusia hanya objek pelaku agar materi dan kapital semakin produktif, tapi juga telah melahirkan aspek-aspek spiritual dan emosi dalam pemikiran manusia. Covey sendiri dalam hal ini telah melakukan terobosan baru dengan mengemukakan gagasannya tentang manajemen berbasis kepentingan yang kental dengan nuansa religius.
Daarut Tauhid sendiri menerapkan inti manajemen dan kepemimpinan sekaligus dalam konsep Manajemen Qolbu (MQ) yang ditawarkannya. Dalam MQ hati adalah fakultas utama dalam diri manusia yang sangat menentukan kualitas manusia itu sendiri, jika dimanajemeni dan dipimpin dengan benar akan melahirkan manusia paripurna dalam kehidupan dunia dan akhirat.
Dalam kesehariannya Daarut Tauhid tidak pernah merengek-rengek meminta sumbangan, apalagi dengan menjaring dana di pinggir jalan. Dilihat dari fasilitas dan asset Daarut Tauhid termasuk pesantren yang maju dalam waktu singkat. DT pada awalnya hanya dikenal sebagai bengkel akhlak tetapi sekarang lebih menonjol di bidang ekonomi. “Memang kami memiliki strategi tersendiri, oleh karena itu visi dan misi Daarut Tauhid sendiri harus dikenali dahulu. Secara garis besar kami ingin membentuk SDM yang memiliki keunggulan dalam zikir, fikir dan ikhtiar, suatu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan,” demikian penuturan Abdullah Gymnastiar.
Dzikir, fikir dan ikhtiar  ini merupakan konsep dasar dari MQ yang diajarkan sehari-hari melalui hal-hal kecil. Untuk menerapkan Daarut Tauhid sendiri memiliki lima aturan dasar pelatihan kepada para santrinya yang juga merupakan bagian dari roda perekonomian Daarut Tauhid. Pertama, seorang santri dilatih  untuk berfikir keras, mengenal diri dan potensinya sehingga ia mampu mengenal kekurangan diri lalu memperbaikinya dan menempat dirinya secara optimal. Kedua, mereka dilatih untuk mengenal situasi lingkungannya sehingga bisa mendapatkan manfaat dari lingkungannya secara optimal sekaligus memberikan manfaat balik kepada lingkungan secara professional. Ketika, mereka dilatih untuuk membuat suatu perencanaan yang matang, sehingga segala sesuatunya berjalan dalam jalur yang telah disepakati. Keempat, mereka dilatih untuk mengevaluasi setiap hasil karya mereka, bertanggung jawab terhadap tugas yang dibebankan dan senantiasa meningkatkan kinerja mereka. Kelima, ciri SDM yang akan dibentuk adalah yang unggul dalam berikhtiar. Kombinasi ibadah yang bagus, strategi hidup yang tepat dan ikhtiar dengan bersungguh-sungguh akan menjadikan hidup sebagai mesin penghasil karya.
Pola MQ sampai sejauh ini telah menghasilkan SDM yang unggul, hal ini terbukti dari berkembangnya perekonomian di lingkungan Daarut Tauhid dan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadapnya, diantaranya dengan kepercayaan untuk mengadakan pelatihan dan pendidikan manajemen untuk para eksekutif di PT Telkom, BNI, IPTN dan PT Kereta Api Indonesia. Mereka tertarik dengan konsep manajemen Daarut Tauhid karena diyakini mampu meningkatkan etos kerja dan menurunkan tingkat penyelewengan kerja, seperti korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN).

Rabu, 18 Januari 2012

Membuka 9 dari 10 Pintu Rejeki

Salam Kanan....
Untuk kali ini kami kepengen share tentang kata2 diatas,ada yang bertanya n ada yang bingung,apa ya kira2 yang dimaksud mengenai hal tersebut??sebelumnya kami terinspirasi dari sebuah seminar yang diadakan dikota kami Wonosobo beberapa waktu yang lalu yang berjudul "Cara Kanan MEMBUKA 9 DARI 10 PINTU REJEKI" dengan Pembicara yang dijadwalkan pendiri Primagama Group seharusnya namun karena suatu halangan beliau tidak bisa hadir meski agak kecewa peserta seminar tetap semangat 45 ...
Mari sobatku,kita mulai petualangan kita kali ini dengan diawalai membaca bismillah,,,hehehe,,,biar kita semua mendapat manfaat dan pahala dariNya.
Tiada lain tiada bukan yang dimaksud dari 9 dari 10 Pintu Rejeki adalah berniaga,berdagang,berbisnis.Mengapa beradagang/berbisnis??karna nabi junjungan kita Muhammad saw adalah seorang pengusaha yang sukses.dimana pada usia 20an,perdagangannya sudah menembus negara2 tetangga,bahkan ia lebih lama jadi pedagang ketimbang nabi.Istri kesayangan Nabi juga pedagang,empat sahabat nabi juga ternyata pedagang yang kaya raya.Sepuluh sahabat Nabi yang dijamin masuk surga juga hampir semuanya pedagang.dll..Kesimpulannya islam tidaklah asing dengan perdagangan,katanya kita mengaku sebagai umatnya,ya profesi paling tepat untuk umat muslim ya berdagang.kita lihat beberapa hadits yang menegaskan keutamaan berdagang...

“Hendaklah kalian berdagang karena berdagang merupakan sembilan dari sepuluh pintu rezeki.”(HR.Ahmad)
Inilah dia Pareto Rezeki,dimana sebagian kecil manusia menguasai sebagian besar rezeki..

“Sebaik-baik pekerjaan adalah pekerjaan seorang pria dengan tangannya dan setiap jual beli yang mabrur.” (HR. Ahmad, Al-Bazzar, Ath-Thabrani dan selainnya, dari Ibnu ‘Umar, Rafi’ bin Khudaij, Abu Burdah bin Niyar dan selainnya).

Allah menghalalkan jual-beli dan mengharamkan riba
...(QS.Al-Baqoroh(2); 275)

Dengan demikian berdagang sangat dianjurkan kepada umat islam,tentunya dengan berdagang dengan cara yang baik,dan barang yang diperjual belikan pun yang halal dan mendatangkan manfaat bagi keduanya (baca:penjual dan pembeli) biar usaha kita berkah dan tidak merugikan orang lain...

“Orang yang bertransaksi jual beli masing-masing memilki hak khiyar (membatalkan atau melanjutkan transaksi) selama keduanya belum berpisah. Jika keduanya jujur dan terbuka, maka keduanya akan mendapatkan keberkahan dalam jual beli, tapi jika keduanya berdusta dan tidak terbuka, maka keberkahan jual beli antara keduanya akan hilang,” (Muttafaqun ‘alaih)[2]

Ayoo ,,,mulai sekarang kita berdagang...
begitu banyak manfaat dari kita berdagang,mulai dari menggerakkan roda ekonomi,menyerap pengangguran,berbagi pada sesama,meminimalis tindak korupsi (karna yang korup adalah karyawan dan pejabat).pedaganglah yang memengaruhi pemerintah secara langsung,bahkan merekalah yang mengendalikan dunia..
Menjadi pedagang bisa dimulai dari yang tanpa modal atau modal kecil jadi tidak harus pake modal besar(baca; duit) .seperti yang sebagian besar orang pikirkan,banyak cara untuk kita mulai berbisnis asal kita jujur,mau berusaha dan berdoa.
Coba kita sedikit melihat negara ini,begitu banyak pengangguran,mulai dari kalangan yang berpendidikan (baca:sekolah formal) seperti sarjana,lulusan SMA.dsb..sampai kalangan fakir miskin.mereka pusing cari pekerjaan kesana kemari,mengapa tidak kita rubah cara berpikir kita dari "mencari pekerjaan" menjadi "membuka lowongan pekerjaan".kan dengernya juga lebih enak....iya tho..??
Kuncinya adalah membuka usaha itu mudah,jadi jangan terlalu banyak mikir ini dan itu.kalau kita terlalu banyak mikir usahanya ga buka-buka,,hehehe....
lakukan saja selama tidak berdosa maka jalan2 kebaikan akan terbuka untuk kita,,

Siapa si manusia di dunia ini yang tidak ingin bahagia,sehat,sukses dan kaya ??mungkin itulah impian setiap orang yang masih punya akal sehat.Tapi apakah benar kita sudah benar2 berjuang untuk meraih impian kita dengan semangat membaja,tanpa kenal putus asa meski sudah gagal beberapa kali tapi masih bangkit lagi untuk meraihnya lagi,dan tetap dijalan yang baik & benar??ternyata tidak banyak orang yang benar2 memperjuangkan impiannya,apalagi bagi mereka yang pernah mengalami kegagalan.kebanyakan mereka menyerah,padahal mungkin saja kesuksesan hampir mereka raih kalau saja mereka bangkit dari jatuh dan maju lagi.
Bilangnya pengen kaya dan sukses,tapi untuk sedikit menyisihkan uang dan waktu untuk belajar saja banyak alasan.hehe..ya kapan ketemunya sama yang namanya kesuksesan??dan memang sebagian dari kita tu pandai berkelit (jangan tersinggung kalo emang ngrasa ya hehehe...) :
Aslinya emang miskin ngakunya sederhana,aslinya emang lamban eh ngakunya sabar,
aslinya emang pasrah dan putus asa ehh ngakunya ikhlas dan tawakal,adalagi aslinya emang pemalas tapi ngakunya zuhud dan qana'ah...adapula paham yang mengatakan " cinta akan uang adalah akar dari segala kejahatan " kenyataannya justru agama langit ini sangat menganjurkan pengikutnya untuk kaya yang tertulis melalui ayat-ayatNya,hadist-hadist dan langsung dicontohkan oleh RosulNya karna memang tidak ada satu ayatpun yang menganjurkan untuk hidup miskin.Karna dengan kita kaya akan memudahkan kita untuk beribadah kepadaNya : untuk zakat & sedekah,haji & umroh,menafkahi keluarga & ahli waris,menuntut ilmu & menemui guru guru,dakwah & syiar..dll..
itulah kita (termasuk saya kadang gitu )terlalu kaya..(kaya alasan)..hehehehe... dan kita belum benar2 berjuang untuk kehidupan yang lebih baik.marilah kita bersama2 mewujudkan impian2 untuk orang2 yang kita cintai,untuk membangun negara ini,serta untuk membela agama langit.

Karna untuk Kaya dan sukses adalah hak setiap manusia,sampai2 Khalifah Ali sahabat Nabi pernah berpesan "Seandainya kemiskinan itu berwujud manusia,niscaya aku akan membunuhnya !".trus ada lagi pesan dari seorang pengusaha Donal Trump "Kalau anda terlahir miskin itu bukan salah anda,tapi kalau anda mati miskin itu salah anda".
nah,,lebih baik hidup kaya dan mengkayakan serta sukses dan mensukseskan,andaikata sekarang kita belum kaya ya tidak apa2,hanya saja kita pastikan punya impian dulu buat kaya..ya ga??daripada miskin masuk neraka lebih baik kaya masuk surga..hehehe...

Semoga sajian ini bermanfaat.

Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush shalihaat.

Selasa, 17 Januari 2012

Renungan Hidup " Habis Gelap pastilah Terang sudah menanti "


Salam Kanan...sahabatku,
Dalam postingan kami kali ini (baca:krna emang baru kali ini posting),kami mencoba menuliskan problematika yang sering terjadi pada kehidupan penulis dan orang2 disekitar kita dan semoga bisa kita ambil manfaatnya....
" Habis Gelap pastilah Terang sudah Menanti "...sedikit njiplak Ibu kita Kartini judulnya biar agak keren...
Memang seperti itulah fenomena yang sering terjadi yaitu Gelap dulu baru Terang,namun kadang ketika kita dalam masalah yang begitu pelik kita sering tidak sadar bahwa di dalam masalah pastilah ada Anugerah,kita terlalu berfokus pada masalah2 kita sehingga kita tidak melihat pintu2 Anugerah dariNya...
Dalam kehidupan banyak sekali masalah2 yang kadang membuat kita stress,depresi,bahkan ada juga yang gantung diri....sahabatku jangan sampai kaya gitu ya...hehehehe....
masalah ekonomi,rumah tangga,utang yang melilit,jodoh,anak,penyakit,sampe2 bagi para remaja biasanya stress n depresi karna putus cinta..hehehe...
yang menjadi tanda tanya besar adalah TERUS BIAR GAK STRESS GIMANA ????

Yukk ,,, kita kenali dulu masalah kita...masalah yang membuat kita ga enak makan,ga enak tidur,stress berkepanjangan,depresi,dll. kita bagi menjadi 2 yang pertama adalah ujian dariNya yang kedua adalah akibat dari perbuatan kita dimasalalu..bagaimana kita tahu??mari kita bahas satu persatu jangan dua2 y,,,pusing jadinya...
Kita hidup di planet ini punya 2 kewajiban,,berbakti padaNya dan berbuat baik pada sesama dan alam lingkungan ciptaanNya.Klo tugas kita udah kita jalanin dengan baik,tapi tetap saja masalah timbul,kemungkinan itu adalah ujian dariNya untuk mengangkat derajat kita dan membaikan kehidupan kita,namun biasanya yang terjadi adalah tugas kita padaNya kurang baik ditambah kita berbuat kurang baik,merugikan sesama dan membuat kerusakan di planet ini (termasuk diri kami) tentu saja Yang Maha Segalanya ga rela kita seperti itu,artinya Tuhan kita masih sayang sama kita jadi Dia menegur kita supaya cepat2 kembali padaNya,biar kehidupan kita bisa membaik lagi,tenang lagi,indah lagi...jangan sampai Tuhan kita menunda2 teguranNya sama kita karena bakalan lebih sakit lagi....makanya ayo kita kenali masalah2 kita,kita perbaikin hubungan kita sama Dia dan sesama barulah hidup kita bakal membaik lagi,percuma kita mencari cari solusi untuk masalah2 kita sebelum kita perbaiki diri kita, yang ada malah timbul masalah2 baru yang smakin meruncing (diasah terus soalnya).kita hanya akan menutup masalah dengan masalah yang lebih besar,gali lobang tutup empang,capeee dehhh....
Mungkin sebagian orang akan memicingkan mata membaca tulisan ini,tapi percaya atau tidak percaya itulah yang terjadi,seperti halnya The Law of Attraction (LOA) .Apapun yang kita minta alam semesta pasti mengabulkan mau positif ataupun negatif keinginan kita,maka haruslah kita berhati2 dalam berucap,berpikir dan memfokuskan sesuatu hal.Tentu saja ini dengan izin Yang Maha Kuasa,bukankah Dia itu persis seperti persangkaan hambanya??
Mungkin juga ada yang protes,gini protesnya " Mr.x dia tu ga pernah baik sama orang,pelit trus jarang2 liat dia ibadah,berbagi,malah sering ndem2an (baca:mabuk2an),judi dan main perempuan kok hidupnya masih aja enak,bisnisnya masih aja lancar,"itulah yang sering kita jumpai,sehingga kita akhirnya melihat hal semacam itu menjadi hal biasa bahwa punya uang banyak membuat kita bahagia dan sebagainya..sahabatku,mari kita lihat diri kita dulu buat apa urusin orang lain trus selanjutnya itulah kuasa Yang Maha Kuasa dalam membalas perbuatan kita,jangan2 Mr.x ga benar2 bahagia meskipun dia banyak harta,jangan2 keluarganya ga harmonis,jangan2 dia mengidap suatu penyakit ataupun Sang Maha Kuasa sedang menunda hukumanNya untuk dia,biar Mr.x bisa merasakan sakit yang luar biasa.nah itulah yang justru sangat mengerikan..
kenapa kami menuliskan ini??tujuan kami hanya pengen share aja dengan sahabatku smua yang sekarang lagi pusing cari solusi,yang lagi pusing cari pinjaman untuk menutup utang lamanya,yang lagi patah hati karna putus cinta,yang lagi cari obat buat penyakitnya ,dll..percuma mencari solusi kalo masalah yang sesungguhnya belum mulai diselesaikan.percuma mengepel lantai yang basah karna genteng yang bocor bakalan basah lagi sebelum gentengnya kita perbaikin dulu...
Kita bertindak (bekerja,usaha,dll) >> Timbul Masalah (rugi,utang,sakit,sedih,dll) >> Koreksi Diri (perbaikan,taubat,sedekah,dll) >> Solusi Hadir (tenang,sehat,utang lunas,dll)....seperti itulah perjalanan kehidupan kita biasanya...dan yang paling sering terjadi adalah ketika dalam kehidupan kita timbul masalah kita tidak segera mengoreksi diri tapi langsung mencari solusi,makanya lama ketemunya.malah ada yang cari solusi ke dukun, paranormal,kyai kurafat hasilnya solusi ga di dapat malah buang2 waktu,tenaga dan duit karna harus beli minyak ini dan itu,keris dll..niatnya mau nyari solusi malah terjebak pada kemusyrikan..dan hal itu pula yang akan menambah daftar panjang penderitaan kita..
marilah sahabatku buka mata,buka hati buka pikiran kita untuk menuju kebaikan biar masalah seberat apapun kita syukuri,kita nikmati mungkin dengan seperti itu masalah2 kita bisa segera diangkatNya..janganlah kita jadi bodoh,meminta bantuan pada selain Dia,berpegang pada jimat2,batu2 yang katanya punya kekuatan.sungguh itupun tak kan pengaruh pada masalah kita,andaikata pengaruh pun itu hanya kebetulan dan penundaan waktu dariNya.karna yang mampu memberi kita masalah,memberi kita solusi,memberi kita kenikmatan,hanya Dia saja yaitu Tuhan kita...

Sedikit berbagi,beberapa tahun yang lalu kami menghadapi masalah yang cukup pelik dikehidupan kami,mulai masalah rumah tangga,usaha yang hancur,sahabat2 yang pergi ketika kami mendapat masalah,utang yang smakin menumpuk.pokoknya kehidupan yang kacau,,,,hehehe....tapi Alhamdulillah smua mulai membaik,meski belum benar2 baik dan semoga terus membaik dan selalu memberikan manfaat bagi sesama....amin
bersambung pada posting kami berikutnya,,,utk sahabatku yang sekarang sedang sedih,bingung,galau,cemas,stres, karna masalahnya ..ayo kita bareng2 bangkit dari keterpurukan,kita perbaiki diri,kemudian kita hampiri CAHAYA yang telah dijanjikanNya untuk kita....jangan berkecil hati dan berputus asa..
Yakinlah "Habis Gelap pastilah Terang sudah Menanti ".